Iklan Assyifa Teknologi Nusantara
Iklan Assyifa Teknologi Nusantara

SMAN 7 Kendari Raih Juara II Lembaga Pendidikan Terbaik dalam Pengutamaan Bahasa Negara 2026

banner 120x600

KENDARI SultraKuViral.COM — SMA Negeri 7 Kendari meraih Juara II sebagai Lembaga Pendidikan Terbaik dalam Pengutamaan Bahasa Negara Tahun 2026 yang diberikan oleh Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara. Lomba tersebut diikuti oleh Lembaga/institusi pemerintah, Lembaga pendidikan, dan swasta, yang jumlahnya mencapai 50 Lembaga.

 

Juara 1 Lembaga/ institusi pemerintah, yakni Dinas Dikbud Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), juara 2 SMAN 7 Kendari mewakili Lembaga pendidikan, dan juara 3 RS Hermina mewakili lembaga/institusi swasta. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas upaya sekolah dalam mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar, khususnya di ruang publik.

 

Kepala SMA Negeri 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus membudayakan penggunaan bahasa Indonesia sesuai kaidah kebahasaan, sekaligus meningkatkan kemampuan literasi peserta didik.

 

Menurut sauf, capaian tersebut sejalan dengan penetapan SMA Negeri 7 Kendari sebagai salah satu sekolah percontohan penerapan Trigatra Bangun Bahasa oleh Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

 

Penetapan itu berlangsung pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2026, yang dipusatkan di SMA Negeri 7 Kendari. Pada kesempatan tersebut, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa bertindak sebagai inspektur upacara.

 

Trigatra Bangun Bahasa merupakan gerakan yang menekankan tiga prinsip utama, yakni mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

 

Sauf menjelaskan, ketiga prinsip tersebut menjadi landasan bagi sekolah dalam membangun budaya berbahasa di lingkungan pendidikan. Penggunaan bahasa Indonesia terus diperkuat dalam kegiatan pembelajaran maupun komunikasi di ruang publik sekolah.

 

Selain itu, pihak sekolah juga mendorong para murid untuk menjaga dan melestarikan bahasa daerah agar tetap digunakan oleh generasi muda, terutama bahasa daerah yang menjadi bahasa ibu mereka.

 

“Ke depan, kami akan menyusun rancangan penggunaan bahasa daerah di kalangan murid yang memiliki bahasa daerah sebagai bahasa ibu. Hal ini penting agar bahasa daerah tetap lestari dan tidak dilupakan oleh generasi muda,” ujarnya.

 

Di sisi lain, penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris, juga terus didorong sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi murid dalam menghadapi perkembangan global.

 

Menurut sauf, penguatan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, dan penguasaan bahasa asing perlu berjalan beriringan. Ketiganya bukan hanya menjadi bagian dari pembelajaran, tetapi juga membentuk karakter dan kemampuan komunikasi peserta didik.

 

Ia berharap penghargaan yang diraih SMA Negeri 7 Kendari dapat memperkuat komitmen seluruh warga sekolah dalam menerapkan Trigatra Bangun Bahasa secara konsisten.

 

“Melalui penerapan Trigatra Bangun Bahasa, kami ingin membentuk murid yang mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, tetap mencintai bahasa daerah, serta memiliki kemampuan berbahasa asing,” tutupnya.

 

 

 

 

 

Laporan EK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link