Iklan Assyifa Teknologi Nusantara
Iklan Assyifa Teknologi Nusantara

Kreatif! Warga Binaan Rutan Kendari Sulap Barang Bekas Jadi Kerajinan Bernilai Ekonomis

banner 120x600

KENDARI – Warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), menunjukkan kreativitas dengan mengolah barang-barang bekas menjadi berbagai kerajinan tangan bernilai ekonomis. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya membekali warga binaan dengan keterampilan produktif sekaligus membuka peluang usaha.

 

Kepala Rutan Kendari, Alviantino mengatakan, sekitar 10 hingga 15 warga binaan yang memiliki kemampuan membuat kerajinan tangan terlibat dalam kegiatan tersebut. Berbagai produk yang dihasilkan antara lain kotak tisu, asbak, miniatur kapal, miniatur mobil, serta sejumlah kerajinan lainnya.

 

Bahan yang digunakan berasal dari barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai, seperti koran dan kertas HVS yang digulung, kain tenun khas daerah, serta papan duplex yang dipotong sesuai ukuran. Bahan-bahan tersebut kemudian diolah dengan teliti sehingga menghasilkan produk yang menarik dan memiliki nilai jual.

 

Salah satu produk yang diminati adalah kotak tisu. Harganya berkisar antara Rp60.000 hingga Rp80.000 per buah, bergantung pada ukuran dan motif yang dibuat.

 

Menurut Kasubsi Bimker Kendari, Desril

“pemanfaatan barang bekas tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk mengasah kreativitas warga binaan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk menghasilkan pendapatan melalui karya yang dibuat”.

 

Pihaknya bahkan telah memberikan sampel kerajinan tangan tersebut kepada Ibu Wali Kota Kendari. Respons yang diterima cukup positif, dengan adanya permintaan agar produk tersebut diproduksi dalam jumlah lebih banyak untuk dibawa dalam kunjungan kerja ke China.

 

“Kami sempat memberikan sampel kepada Ibu Wali Kota Kendari. Beliau meminta agar kerajinan ini diproduksi lebih banyak untuk di bawah pada saat kunjungan kerja ke China,” ujarnya untuk membawa contoh produk UMKM lokal.

 

Ia menjelaskan, hasil penjualan kerajinan tangan tersebut nantinya akan diberikan kepada warga binaan yang berkontribusi dalam proses produksi.

 

Melalui kegiatan ini, Karutan Kendari,Alviantino .berharap warga binaan dapat terus mengembangkan keterampilan, meningkatkan kreativitas, serta memperoleh pengalaman dalam menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

 

Selain menjadi kegiatan pembinaan selama menjalani masa tahanan, keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika kembali ke tengah masyarakat, sehingga mampu hidup mandiri dan produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link