Iklan Assyifa Teknologi Nusantara
Iklan Assyifa Teknologi Nusantara

Ridwan Bae Beberkan Proyek Infrastruktur Sultra: Bendungan Pelosika Rp11,8 Triliun hingga Rencana Kereta Api

banner 120x600

KONAWE SELATAN, SultrakuViral.Com — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, memaparkan sejumlah agenda pembangunan infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara (Sultra) saat melakukan kunjungan kerja di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sabtu (26/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ridwan Bae mengungkap sejumlah program yang menjadi perhatian Komisi V DPR RI, mulai dari pembangunan sumber daya air, jalan dan jembatan, sektor perhubungan, hingga rencana pembangunan jaringan kereta api di Sultra.

Ridwan Bae mengatakan, Komisi V DPR RI terus melakukan pengawalan terhadap pembangunan infrastruktur melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga yang menjadi mitra kerja, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum.

“Banyak hal yang kita lakukan di bidang sumber daya air. Ada bendungan, irigasi, bendung, embung, P3TGAI, penanganan abrasi, dan normalisasi sungai,” kata Ridwan Bae.

Ia menyebut Bendungan Ladongi dan Bendungan Ameroro sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur sumber daya air di Sultra. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika yang diharapkan dapat mendukung ketersediaan air dan kebutuhan masyarakat.

Menurut Ridwan Bae, nilai pembangunan Bendungan Pelosika diperkirakan mencapai sekitar Rp11,8 triliun. Angka tersebut, kata dia, mengalami penyesuaian seiring dengan perubahan kebijakan dan skema pembiayaan pemerintah.

“Pelosika itu bukan hanya Rp9 triliun atau Rp10 triliun, tetapi sekitar Rp11,8 triliun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan Bendungan Pelosika saat ini masih melalui tahapan pembiayaan. Menurutnya, Menteri Pekerjaan Umum juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan proyek tersebut.

Soroti Ancaman Kekeringan

Selain pembangunan bendungan, Ridwan Bae turut menyoroti persoalan kekeringan yang berdampak terhadap lahan pertanian di sejumlah wilayah.

Ia mendorong agar pembangunan sistem pengairan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan solusi jangka panjang sehingga persoalan kekeringan tidak terus berulang setiap tahun.

“Bukan hanya menyelesaikan sementara. Saya minta diselesaikan, termasuk bagaimana mengatasi supaya kalau terjadi lagi tahun depan atau dua-tiga tahun yang akan datang, kekeringan tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Menurutnya, ketersediaan infrastruktur sumber daya air memiliki peran penting dalam menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.

Dorong Jembatan Penghubung Antarpulau

Di sektor konektivitas, Ridwan Bae mengatakan Komisi V DPR RI juga terus mendorong pembangunan dan peningkatan jalan serta jembatan di Sultra.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah rencana pembangunan jembatan penghubung antarpulau yang dinilai dapat membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Ridwan Bae menilai pembangunan infrastruktur konektivitas bukan hanya berkaitan dengan kemudahan perjalanan masyarakat, tetapi juga memiliki dampak terhadap pergerakan ekonomi daerah.

“Kalau ada jembatan penghubung, maka ekonomi kita akan melejit. Di sisi lain, masyarakat dalam perjalanan juga akan mendapatkan kenyamanan, keselamatan, dan keamanan,” katanya.

Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan mempermudah distribusi berbagai komoditas unggulan Sultra, mulai dari hasil pertanian, perkebunan, pertambangan hingga sektor kelautan.

Kereta Api Sultra Masih Tahap Perencanaan Trase

Tak hanya jalan dan jembatan, Ridwan Bae juga mengungkap perkembangan rencana pembangunan kereta api di Sultra.

Ia mengatakan proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan trase. Meski demikian, pembangunan jaringan kereta api disebut menjadi salah satu agenda yang terus ia dorong.

“Kereta api juga menjadi kejaran saya. Sekarang ini baru sampai pada perencanaan trase,” ujarnya.

Ridwan Bae menegaskan, pembangunan infrastruktur harus diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Secret Link